Disable Preloader

Berita

10 Mei 2021

Alat Sterilisasi Pintu Berbasis Ultra Violet

Serpong, Humas LIPI. Peneliti Pusat Penelitian Fisika (P2 Fisika) Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Gerald Ensang Timuda dan tim melakukan penelitian alat sterilisasi gagang pintu berbasis sinar ultra violet. “Kami mengembangkan alat desinfektor gagang pintu yang mampu mensterilisasi gagang pintu secara otomatis menggunakan lampu khusus dengan panjang gelombang tertentu yang mampu membunuh bakteri maupun virus yang menempel pada gagang pintu,” ungkap Gerald pada acara dialog To The Point, Radio RRI Pro 3, Minggu, (9/5) via Zoom.

Gerald menjelaskan bahwa alat ini berbentuk kotak yang menempel di atas gagang pintu. Ketika orang datang, lampu akan mati sebelum orang tersebut memegang gagang pintu. Setelah orang pergi, kemudian alat ini akan menyalakan lampu tersebut secara otomatis mensterilisasi gagang pintu yang telah dipegang oleh orang tadi.

“Alat desinfektor gagang pintu ini tidak perlu mengganti gagang pintu yang sudah ada, dapat menyesuaikan sehingga bisa langsung dipasang di atas gagang pintu yang ada, langsung dapat digunakan dan berfungsi,” ujarnya.

Untuk sistem kerjanya, alat ini mensterilisasi gagang pintu ketika lampu menyala dan otomatis mati untuk faktor keamanan guna menghindari lampu kontak langsung dengan tangan (permukaan kulit) yang memegang gagang pintu tersebut. “Kami mendesain alat desinfektor gagang pintu dari awal memperhatikan faktor safety, jadi didesain agar tidak dimungkinkan cahaya lampu mengenai tangan,” imbuhnya.

Inovasi ini berasal dari brainstorming dari tim Gerald tentang situasi pandemi Corona. “Kami melihat di tempat - tempat umum, di rumah sakit, di perkantoran, di perbelanjaan, bahwa salah satu tempat yang paling sering diakses oleh orang banyak adalah pintu keluar masuk yang otomatis harus memegang gagang pintu,”

“Jadi kami melihat dari situ perlu adanya proses disinfeksi secara otomatis. Karena pintu keluar masuk memiliki frekuensi lalu lalang cukup tinggi,” ungkap Gerald.

“Bisa saja dibersihkan secara manual, tetapi jika terlalu sering maka sangat banyak cairan kimia yang dibutuhkan. Apalagi masyarakat kita cenderung abai untuk hal seperti itu. Jadi kami berpikiran perlu dilakukan proses sterilasi sederhana secara otomatis,” ujar peneliti muda ini.

Proses sterilisasi gagang pintu tidak terpengaruh jenis material gagang pintu karena yang mensterilisasi adalah lampu khusus itu sendiri sebagai disinfektor. “Apa pun bahan dari gagang pintu tersebut, asalkan dosis cahaya ini sudah sesuai untuk membunuh bakteri maupun virus, maka bakteri maupun virus yang menempel di gagang pintu tersebut akan mati (tidak mampu meregenerasi),” terangnya.

Alat desinfektor gagang pintu ini akan memulai disinfkesi setelah ada yang memegang lalu melepas gagang pintu. Berapa lama lampu ini menyala atau alat ini bekerja disesuaikan dengan intensitas cahaya lampu yang digunakan. Untuk saat ini dibutuhkan waktu sekitar 200 detik. Tetapi untuk perkembangan berikutnya bisa digunakan sumber cahaya dengan intensitas lebih tinggi sehingga waktu disinfeksi bisa lebih cepat.

Untuk waktu yang berdekatan saat gagang pintu dibuka, maka alat ini akan memberikan peringatan (warning) agar gagang pintu tidak dipegang terlebih dulu. “Setelah gagang pintu itu dilepas, alat ini butuh beberapa detik untuk mensterilisasikan. Jika sebelum periode waktu tersebut ada orang lain yang datang, berarti gagang pintu belum selesai disterilisasi jadi gagang pintu belum boleh disentuh, dan alat ini akan memberi peringatan” kata Gerald.

Penelitian yang dimulai pada awal Oktober 2020 ini, masih dalam tahap pengujian terutama dari spesifikasi cahaya yang dihasilkan seperti berapa intensitas cahaya, jarak yang efektif pada gagang pintu, sehingga didapatkan dosis yang sesuai. Penelitian selanjutnya adalah menguji efektifitas sterilisasi terhadap bakteri dan virus di lab BSL-3 (Bio Safety Level 3).

Bersama penyiar Argha Saputra, Gerald dan tim berharap dapat menyelesaikan paten pada bulan depan. Kemudian dapat diproduksi massal melalui kerja sama dengan pihak investor.

Dalam penelitian ini, tim peneliti menyediakan dua pilihan sumber tegangan (daya) alat yaitu mengunakan sumber daya listirik PLN dan menggunakan sumber daya baterai isi ulang (rechargeable).

Untuk pengembangan ke depan selain bentuk dan jenis material gagang pintu, peneliti juga akan mengembangkan sterilisasi untuk lift dan helm hazmat untuk tenaga kesehatan. (hrd/ ed. adl)