Disable Preloader

Berita

10 November 2020

Analisis Berbasis Seismik Derau untuk Pencitraan dan Pemantauan Bumi

Serpong, Humas LIPI. Kolokium Fisika Daring dengan topik Seismic Noise-Based Analysis for Earth Imaging and Monitoring (Analisis Berbasis Seismik Derau untuk Pencitraan dan Pemantauan Bumi) oleh Dr. Titi Anggono, M.Sc. dari Pusat Penelitian Fisika Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (P2 Fisika - LIPI), disajikan melalui Zoom, pada Selasa (10/11).

Titi Anggono menyampaikan bahwa pada bidang seismologi, yang dianalisa adalah penjalaran gelombang seismik. “Gelombang seismik adalah gelombang elastik yang menjalar melalui medium di bawah permukan bumi. Sumber seismik bisa terjadi dari gempa bumi, atau yang lainnya misalnya dinamit palu. Untuk dinamit  atau pun palu biasanya digunakan untuk analisa seismik refleksi atau seismik refraksi,” jelasnya.

 “Kenapa kita bisa memanfaatkan seismik derau (seismic noise)? Ide awalnya adalah bahwa gelombang di suatu lokasi ‘B’, merupakan sebuah respon karena ada sumber di suatu lokasi ‘A’. Sinyal yang terekam di lokasi ‘B’ memberikan informasi mengenai propagasi yang terjadi antara lokasi ‘A’ dan lokasi ‘B’. Ini yang menjadi definisi sederhana dari Green function (fungsi Green),” terang peneliti dari kelompok penelitian Fisika Sistem Kompleks.

Sementara, fungsi Green yang diperoleh dari korelasi antara dua rekaman seismik dari lokasi yang berbeda, dapat dianggap sebagai respons di suatu lokasi karena dorongan sumber (impulse source) dari lokasi yang lain. Rekonstruksi fungsi Green membutuhkan distribusi seragam sumber seismik derau.

“Fungsi Green adalah respons di suatu lokasi ‘B’ ketika ada impulse source/function di ‘A’. Fungsi Green antara ‘A’ dan ‘B’, dapat direkonstruksi dengan melakukan korelasi dari rekaman seismik yang ada di lokasi ‘A’ dan lokasi ‘B’,” imbuhnya.

Dirinya menerangkan bahwa analisis berdasarkan seismik derau dapat memberikan kelebihan untuk analisis di wilayah yang memiliki kejadian gempa bumi atau wilayah yang stabil, serta tidak membutuhkan sumber seismik aktif.  Untuk pengamatan seismilogis, salah satu paramater yang paling penting adalah kecepatan propagasi gelombang seismik.

“Citra bawah permukaan bumi dari kecepatan gelombang seismik berdasarkan tomografi berbasis seismik derau dapat dilakukan dengan menggunakan jaringan seismik dengan kerapatan sensor yang cukup padat. Beberapa pengamatan menggunakan rekaman seismik derau dari beberapa gunung berapi telah mengungkapkan hubungan antara perubahan parameter fisis seperti kecepatan gelombang seismik dengan aktivitas gunung berapi,” tutup peneliti Titi.

Sebagai informasi, Kolokium Fisika Daring yang membahas penelitian Fisika dari  internal dan eksternal LIPI ini diikuti oleh peserta dari peneliti, praktisi, dan akademisi, siaran langsung melalui laman Facebook@lipiphysics dan YouTube Pusat Penelitian Fisika LIPI: https://is.id/ly-lipiphysics. Acara ini dipandu oleh Febty Febriani, Ph.D, peneliti P2 Fisika – LIPI. (har/ ed. adl)