Disable Preloader

Berita

23 Oktober 2020

Aplikasi Teknologi Nanomaterial dan Terahertz

Serpong, Humas LIPI. Pusat Penelitian Fisika Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (P2F – LIPI) kembali menghadirkan program Webinar Laser Series pada Jumat, (23/10). Seperti pada seri pertama, seri kedua ini pun diselenggarakan secara daring. Bekerja sama dengan Osaka University, Jepang, webinar kali ini mengangkat tema Karakterisasi Terahertz dari Nanomaterial untuk Perangkat Energi. Acara dibuka oleh Deputi Bidang Ilmu Pengetahuan Teknik, Agus Haryono, serta pengantar dari Ryosuke Kodama, Direktur Intitute Laser Engineering - Osaka University.

Pembicara pertama, Muhandis Shiddiq, Peneliti P2F - LIPI memberikan materi berjudul Nanomaterials for Energy Application. Muhandis menjelaskan definisi nanomaterial. “Aslinya, nanomaterial itu efek ukuran kuantum, lalu sifat elektronik dan optik material diubah dengan pengurangan ukuran yang besar. Sementara definisi baru, nanomaterial adalah material alami atau buatan yang mengandung partikel dalam keadaan tidak terikat, sebagai agregat atau aglomerat, yakni 50% atau lebih partikel dalam distribusi ukuran nomor, satu atau lebih dimensi eksternal berada dalam kisaran ukuran 1 nm-100 nm,” jelasnya.

Lebih lanjut Muhandis menyampaikan efek kurungan kuantum, yaitu penurunan dimensi pengekangan (ukuran partikel) membuat tingkat energi berlainan. Hal ini memperlebar celah pita dan energi celah pita. Dirinya juga menjelaskan kelebihan dari nanopartikel berbasis karbon. “Materialnya menjadi lebih ringan, lebih kuat, lebih awet, lebih murah, ramah lingkungan, efisien untuk energi, dan memiliki resiko lebih rendah pada tubuh manusia, sehingga berpotensi sebagai obat,” paparnya.

Pembicara kedua dari Institut Teknik Laser, Osaka University, Valynn Katrine P. Mag-usara mempresentasikan materi berjudul A powerful non-destructive evaluation tool: Terahertz Spectroscopy for Materials Characterization. Valynn membahas tentang radiasi terahertz (THz) dan aplikasinya dalam berbagai disiplin ilmu. Gelombang terahertz dapat dihasilkan, dideteksi, dan dimanipulasi dengan berbagai cara untuk penyelidikan berbasis spektroskopi yang tidak merusak dari berbagai material. “Teknologi terahertz sangat serbaguna dan perkembangannya terus menjanjikan, seperti dalam spektroskopi, pencitraan, spintronik, dan standar komunikasi masa depan, “pungkasnya. (nh/ ed. adl)