Disable Preloader

Berita

01 Maret 2018

Deteksi Bakteri dan DNA dengan Nanoteknologi SERS (Surface-enhanced Raman Spectrosopy)

Oleh : Dr. Andri Hardiansyah, S.T., M.T

Sistem deteksi dan identifikasi yang akurat, sensitif, cepat, dan spesifik untuk molekul kecil, DNA, dan bakteri patogen merupakan hal yang mutlak diperlukan untuk penanganan masalah medis dan penyakit. Pendekatan tradisional untuk identifikasi bakteri membutuhkan proses yang memakan waktu cukup lama untuk melakukan kultur terhadap bakteri tersebut. Spektroskopi Raman memanfaatkan signal vibrasi molekul yang dapat digunakan untuk mengidentifikasi bakteri dan molekul kecil. Teknik Spektroskopi Raman yang dipadukan dengan nanoteknologi dan nanomaterial menghasilkan suatu teknik baru yang dikenal dengan Surface-enhanced Raman Spectrosopy (SERS). Teknologi SERS akan meningkatkan signal Raman dengan faktor 106-1016 dari suatu bakteri, DNA, atau molekul kecil yang akan mempermudah kita melakukan identifikasi. Nanomaterial seperti nanopartikel emas dan perak merupakan material yang sering digunakan untuk SERS yang dipadukan dengan Material graphene sebagai substrat yang memiliki luas permukaan yang tinggi. Material graphene yang diimobilisasi dengan nanopartikel besi oksida dan emas (Fe3O4-Au) dapat meningkatkan signal Raman adenine dan bakteri S. aureus. Pengembangan nanoteknologi dan nanomaterial yang diintegrasikan dengan teknik SERS dapet menjadi terobosan baru dalam teknologi identifikasi dan deteksi yang bisa dimanfaatkan luas dalam bidang medis, seni, arkeologi dan forensik.