Disable Preloader

Berita

07 Juli 2020

Detektor Partikel: Sains, Teknologi, dan Aplikasi

Humas, LIPI Serpong. Berbagi informasi perkembangan riset bidang Fisika, Pusat Penelitian Fisika – Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (P2 Fisika – LIPI) kembali menyelenggarakan Kolokium Fisika Daring dengan topik  “Particle Detectors: Science, Technology, and Applications" (Detektor Partikel: Sains, Teknologi, dan Aplikasi) oleh Dr. Suharyo Sumowidagdo, Pusat Penelitian Fisika LIPI, pada Selasa (7/7). 

Kolokium Fisika mingguan diikuti oleh peserta dari peneliti, praktisi, hingga akademisi melalui media aplikasi Zoom dan siaran langsung Facebook pada saluran Pusat Penelitian Fisika LIPI.

Suharyo menjelaskan dalam paparan presentasinya bahwa detektor partikel adalah salah satu instrumen ilmiah terbesar dan paling berguna yang pernah dibuat. Di garis depan sains, detektor partikel telah memungkinkan para ilmuwan untuk melihat partikel tak kasatmata yang datang dari luar Bima Sakti, untuk menemukan boson Higgs setelah pencarian selama 48 tahun, dan mengukur dengan tepat massa partikel fundamental terberat.

“Pada sisi aplikasi, pendeteksi partikel memungkinkan kita untuk membuat gambar sinar-x 3-dimensi berwarna dengan resolusi tinggi, juga untuk membuat gambar yang akurat dari sel-sel kanker di dalam tubuh manusia,“ jelas Dr. Suharyo. (har/ ed. adl)