Disable Preloader

Berita

09 Juli 2020

Doktor Suharyo, Peneliti Fisika LIPI Peraih SINTA Award 2020

Serpong, Humas LIPI. Kementerian Riset dan Teknologi/Badan Riset dan Inovasi Nasional (Kemenristek/BRIN) mengumumkan 500 peneliti terbaik Indonesia berdasarkan Science Technology Index (SINTA) dengan penyelenggaraan SINTA Series Tahun 2020 dalam rangka mengapresiasi peneliti Indonesia yang memberikan sumbangsih dalam penerbitan jurnal bereputasi internasional. Pada ajang ini, peneliti dari Pusat Penelitian Fisika Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Suharyo Sumowidagdo meraih peringkat pertama sebagai peneliti berkinerja terbaik Indonesia.

Prestasi membanggakan berhasil diraih peneliti fisika partikel eksperimental di Pusat Penelitian Fisika LIPI berdasarkan jumlah artikel yang dipublikasikan di SINTA dan jurnal-jurnal terindeks di Scopus dan/atau pengutipan di Scopus dan Google Cendekia selama tiga tahun terakhir sejak 2017 hingga 2019. Ia berhasil mengumpupulkan skor selama tiga tahun belakangan sebesar 9.178 dengan total skor sebesar 205.144. Dirinya menyampaikan untuk meraih prestasi tersebut, kolaborasi riset baik global maupun lokal sangat penting untuk meningkatkan kualitas riset. “Menjalin banyak kerja sama dengan berbagai pihak baik dari dalam atau luar negeri diperlukan untuk meningkatkan kinerja peneliti,” ujarnya.

Aktivitas utama Suharyo saat ini adalah membangun kegiatan fisika partikel eksperimen dan bidang terkait dalam ranah kolaborasi LIPI dan anggota eksperimen A Large Ion Collider Experiment (ALICE) di CERN. Selain sebagai pengelola BATAN Accelerator School, ia juga aktif dalam membangun kegiatan fisika terutama fisika partikel eksperimen di Indonesia.

 

Perjalanan Karir 

Suharyo menyelesaikan jenjang pendidikannya di Indonesia dan Amerika Serikat. Ia mengambil Jurusan Fisika di Universitas Indonesia untuk gelar sarjana hingga tahun 1999, dan kembali melanjutkan ke jenjang magister di universitas yang sama dan lulus tahun 2001. Suharyo melanjutkan jenjang doctoral Experimental High Energy Physics di Florida State University, Amerika Serikat hingga tahun 2008.

Setelah menamatkan studi, Suharyo mendapat pekerjaan sebagai peneliti pascadoktoral di University of California, Riverside (UCR). Tahun 2009, Suharyo tergabung sebagai anggota tim peneliti di Organisasi Riset Nuklir Eropa (CERN) di Jenewa, Swiss. Suharyo bergabung dan memulai kiprahnya di LIPI pada tahun 2014.

Atas kerja kerasnya, Suharyo pernah meraih berbagai penghargaan bergengsi, di antaranya Achmad Bakrie XII (2015) dan Kekayaan Intelektual SINTA Ristekdikti (2017). 

Selain itu, hasil penelitiannya terekam dalam publikasi sebanyak 736 jurnal terindeks di Scopus, 769 jurnal terindeks Google Cendekia, dan 603 jurrnal terindeks Web of Science. (whp/ ed. adl)