Disable Preloader

Berita

11 Juni 2020

Himpenindo Gelar Webinar Kondisi Terkini COVID-19 Tangerang Selatan

Serpong, Humas LIPI. Update terakhir data Gugus Tugas COVID-19 Kota Tangerang Selatan (Tangsel) menunjukkan total ODP 2155 orang, PDP 767 orang, Positif 360 orang, Sembuh 172 orang, dan Meninggal 33 orang. Data ini masih terus mengalami kenaikan. Dalam rangka sharing info antar berbagai elemen yaitu pemerintah kota, peneliti, perekayasa maupun akademisi, Himpunan Peneliti Indonesia Kota Tangerang Selatan (HKTS) menyelenggarakan webinar bertajuk Kondisi Terkini COVID-19 dan Implementasi New Normal di Tangsel pada Kamis (11/6) via Zoom dan YouTube Live.  

Dalam sambutannya, Walikota Tangsel Airin Rachmi Diany memaparkan data pantauan serta kebijakan strategis Pemkot dalam menghadapi COVID-19. “Langkah yang dilakukan mulai dari pembentukan Gugus Tugas sampai RT/RW hingga penerapan PSBB sampai dengan tahap 4 dengan sanksi,” ujarnya.

Dalam implementasi New Normal, Pemkot akan memberlakukan secara bertahap melalui 3 level yakni tahapan Pengurangan Pembatasan Awal (1-2 Minggu), tahapan Pengurangan Pembatasan Tahap-2 (4-8 Minggu), dan tahapan Pengurangan Pembatasan Tahap-3 (8-16 Minggu).

Ketua Umum PB Ikatan Dokter Indonesia, Daeng M. Faqih menyoroti implementasi New Normal di Tangsel. Prinsip New Normal adalah bagaimana dalam beraktivitas bisa menghindari atau tidak terpapar virus. Pemkot harus tepat dalam menilai kapan New Normal ini dapat mulai diberlakukan. “Kurva landai, protokol kesehatan, edukasi ke masyarakat, layanan kesehatan yang memadai, testing, dan pemantauan kelompok beresiko merupakan hal-hal yang harus ada dalam implementasi New Normal,” terangnya.

Daeng menyarankan agar dalam New Normal nanti, tidak semua kegiatan dibuka secara bersamaan. “Hanya kegiatan yang mudah dipantau dulu yang dibuka seperti perkantoran. Tetapi seperti pasar, mal hendaknya ditangguhkan,” jelasnya.

Peneliti Kependudukan LIPI, Rusli Cahyadi menyampaikan dampak sosial COVID-19 terhadap masyarakat. “Pandemi ini memberi dampak baik terhadap individu secara psikologis maupun kelompok/masyarakat khususnya tenaga kerja dan pengusaha UMKM,” paparnya.

Melalui survei yang telah dilakukan bersama timnya, Rusli mengungkapkan ada 92,8% masyarakat yang mendukung penerapan karantina wilayah. Karantina wilayah pada tingkat kota/kabupaten sebanyak 44,8% sementara provinsi 29,8%. (nh/ ed. adl)