Disable Preloader

Berita

23 April 2020

Kedeputian Ilmu Pengetahuan Teknik LIPI Selenggarakan Webinar Reformasi Birokrasi Pertama Guna Meningkatkan Kinerja Peneliti

Jakarta, Humas LIPI. Kedeputian Bidang Ilmu Pengetahuan Teknik Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (IPT – LIPI) menyelenggarakan Webinar Kedeputian IPT – LIPI: Seri Pembinaan Reformasi Birokrasi (RB) - 1, pada Kamis (23/4), guna meningkatkan kinerja para peneliti untuk capai target Reformasi Birokrasi (RB) LIPI tahun 2020-2024. Webinar RB ini disampaikan oleh pembicara yaitu Agus Haryono (Deputi IPT LIPI), Haznan Abimanyu (Kepala Puslit Tenaga Listrik dan Mekatronik LIPI), dan Nurul Taufiqu Rochman (Kepala Puslit Metalurgi dan Material LIPI). Acara ini dipandu oleh Dr. Didi Rosiyadi dari Puslit Informatika LIPI.

Webinar seri pembinaan reformasi birokrasi diikuti oleh para kepala satuan kerja dan loka di kedeputian IPT, serta para sivitas kedeputian IPT yang berlokasi di berbagai kota, seperti Jakarta, Serpong, Bandung, Subang, dan Lampung. Forum ini dilakukan secara virtual melalui aplikasi Zoom sehubungan dengan kondisi pandemi COVID-19 di Indonesia saat ini. Dalam sambutannya, Deputi IPT - LIPI, Agus Haryono, menyampaikan terima kasih kepada seluruh tim RB di kedeputian IPT yang telah menggagas acara ini dalam rangka rangkaian sosialisasi dan penyampaian tindak lanjut RB di LIPI maupun khususnya di kedeputian IPT.

“Saya harap meski pun kita harus bekerja di rumah, tetapi menjalankan tugas secara efektif, menunjukkan kinerja yang baik, dapat menunjukkan output yang membanggakan bagi kita semua, sehingga apa pun kondisinya kita bisa tetap memberikan manfat bagi bangsa Indonesia,” jelas Agus.

Sebagai pembicara pertama, Agus Haryono memaparkan target road map RB LIPI tahun 2020-2024, bagaimana caranya dapat diimplementasikan di kedeputian IPT, agar sivitas yang ada di kedeputian IPT dapat berkonstribusi guna mencapai target-target dari RB di LIPI.

Kemudian, Agus menyampaikan agar peneliti bersikap profesional, berintegritas, kreatif, inovatis, dan netral. Kendala pandemi COVID-19 saat ini merupakan pembelajaran bagi semua bahwa pelayanan publik harus tetap terlaksana meskipun kondisi tidak mengharuskan secara fisik hadir di lokasi kerja, yakni melalui online.

Pada reformasi pelayanan pubik, LIPI perlu memperkuat ekosistem inovasi yang ada di kedeputian IPT, sehingga hasil riset yang ada di kedeputian IPT bisa dimanfaatkan oleh stakeholder yang mampu melayani publik, melalui hasil penelitian yang dilaksanakan oleh para peneliti kedeputian IPT. “Untuk itu, para peneliti di Kedeputian IPT diharapkan dapat menghasilkan lebih banyak publikasi ilmiah dan meningkatkan sitasi di jurnal ilmiah dan juga lisensi inovasi riset guna mencapai target road map RB LIPI,” lanjutnya.

Strategi yang dilakukan LIPI adalah melalui penguatan-penguatan, baik melalui ASN yang berkualitas, lembaga yang tertata, kinerja yang mudah dinilai, serta akuntabilitas dapat terlihat secara transparan pada kualitas pelayanan publik yang baik.

Pembicara kedua, Haznan Abimanyu menyampaikan tentang Niat Ikhlas: Awal Reformasi Birokrasi. Semua komponen dalam diri seorang ASN harus diajak di dalam bekerja. Agar semua kerja didapatkan dari kerja keras, kerja cerdas, dan kerja ikhlas. Seseorang tidak melulu menggunakan otot dan pikiran sehingga kerjanya asal-asalan, tetapi juga ikhlas. Jika tidak bekerja dengan ikhlas dengan hati, maka bisa menyakiti hati orang lain.

Ikhlas itu sendiri artinya mensucikan hati kepada sang pencipta. “Apa pun hasilnya pekerjaan kita, bagaimana kita bekerja itu akan dikembalikan kepada Allah SWT, karena Allah-lah yang akan menilai pekerjaan kita di dunia ini,” terang Haznan. 

Bagaimana caranya? Dengan bersyukur di tempat pekerjaan, niat yang lurus, selalu berdoa dalam melakukan pekerjaan, mengubah paradigma bahwa bekerja untuk berkontribusi terhadap lembaga dan negara. Lakukan yang terbaik yang bisa dilakukan, sesuai dengan kapasitas ilmu, tidak menunda pekerjaan, mengingat sasaran dan tujuan dalam bekerja, serta mengingat Allah dan keluarga di rumah.

Sementara pembicara ketiga Nurul Taufiqu Rochman mengangkat topik Menjadi Kaya Melalui Alih Teknologi. “Jika anda peneliti yang baik, anda bisa jadi kaya,” ungkap Nurul.

Ternyata memang pada kehidupan orang-orang besar bahwa ada lompatan-lompatan quantum pada kehidupan mereka. Kita sebagai ASN, sepanjang kita melakukan sesuatu yang profesional, dari situlah akan terjadi lompatan quantum pada kehidupan kita.

Dalam menjadi besar, perlu perjalanan yang panjang. Disitulah tidak menutup kemungkinan kalau kita bergerak bagus atau profesional, kita bisa menjadikan sekian banyak pekerjaan kita profesional. Kita akan membuat suatu lompatan dalam kehidupan dengan mengindentifikasi kemampuan diri.

Di akhir kegiatan webinar pembinaan ASN, sebelum tanya jawab, diadakan penyerahan penghargaan peneliti teladan (role model) IPT 2020 yang dianugerahkan kepada Abdi Wira Septama dari Pusat Penelitian Kimia – LIPI. Penyerahan ini dilakukan secara simbolis dan virtual oleh Deputi IPT. Abdi yang baru diangkat menjadi PNS LIPI, telah berhasil meraih anggaran riset ASEAN-Eropa dan melakukan sejumlah publikasi internasional. “Semoga ini juga dapat menumbuhkan semangat dan kreativitas bagi kita semua untuk meningkatkan kinerja para peneliti di kedeputian IPT,” harap Deputi. (har, whp/ ed. adl)