Disable Preloader

Berita

16 Februari 2021

Kekuatan Biosensor sebagai Transistor Organik

Serpong, Humas LIPI. Pusat Penelitian Fisika – Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (P2 Fisika – LIPI) menyelenggarakan Kolokium Fisika Daring dengan judul “The Power of Organic Transistors in Biosensors” oleh Shofarul Wustoni, Selasa (16/2). Wustoni berbagi tentang biosensor berbasis transistor organik dengan menggunakan organic electrochemical transistors (OECT).

Sudah satu tahun lebih sejak WHO mencanangkan bahwa Covid-19 menjadi pandemi global, masyarakat semakin familiar dengan beberapa istilah seperti rapid test, PCR, GeNose, vaksin, dan sebagainya. Kata kunci seperti rapid test maupun PCR ini sangat erat kaitannya dengan biosensor, yaitu untuk mendiagnosis atau memonitor adanya pasien yang terinfeksi Covid-19, baik mempunyai gejala atau tidak. Diagnosis ini juga sangat penting untuk memutus mata rantai virus itu sendiri.

Wustoni menjelaskan, biosensor sebagai sebuah alat yang digunakan untuk mendeteksi biomolekul atau makroorganisme yang berkaitan sebagai penanda sebuah penyakit. “Secara umum kalau kita ingin mengetahui adanya penyakit atau molekul berbahaya di dalam tubuh, biasanya kita pergi ke rumah sakit, kemudian bertemu dokter, hingga menunggu hasil tes yang hanya disediakan fasilitas-fasilitas kesehatan di kota-kota besar saja,” ungkapnya.

“Oleh karena itu, impian saya, biosensor bisa menjadi salah satu teknologi alternatif menjadi alat yang dapat menyediakan analisis yang lebih cepat, real time, dan bisa digunakan oleh pengguna secara umum tanpa diperlukan keterampilan secara khusus,” jelasnya.

“Biosensor tidak hanya bisa digunakan untuk mendeteksi biomolekul atau makroorganisme di dalam tubuh kita, tetapi juga bisa digunakan mendeteksi biomolekul atau makroorganisme yang ada di makanan, minuman atau di lingkungan sekitar kita,” urai Postdoctoral Fellow di Organic Bioelectronics Laboratory (Inal’s Lab), King Abdullah University of Science and Technology (KAUST), Arab Saudi.

Impian besar dari peneliti biosensor ini adalah menciptakan sebuah alat yang bisa digunakan untuk mendeteksi secara dini. “Sehingga jika kita bisa mendeteksi secara dini adanya biomolekul atau makroorganisme yang berbahaya, kita bisa memberikan tindakan pencegahan atau penangananan yang lebih baik,” terangnya. “Dan tentunya diharapkan bisa membuat yang lebih mudah dibawa dan dioperasikan, di mana saja dan kapan saja,” harapnya. (hrd/ ed. adl)