Disable Preloader

Berita

27 Juli 2020

Kontribusi Peneliti Muda Bidang Fisika Teori dan Komputasi

Serpong, Humas LIPI. LIPI melalui ajang LIPI Young Scientists Awards (LYSA) telah memberikan apresiasi kepada peneliti muda berbakat dan berprestasi yang telah memiliki banyak publikasi internasional dan sitasi di jurnal internasional. Pemenang LYSA 2019 yang juga Peneliti di Pusat Penelitian Fisika LIPI, Ahmad Ridwan Tresna Nugraha membeberkan sumbangsihnya terhadap dunia penelitian di bidang Fisika dalam sci-binar Talk to Scientist: Kontribusi Peneliti Muda di Bidang Kedokteran dan Fisika, Senin (27/7).

Ahmad menyampaikan potensi belajar Fisika Teori dan Komputasi. Menurutnya, di Indonesia masih sangat kekurangan peneliti, sehingga generasi muda diharapkan dapat mengisi kekosongan tersebut. Bidang Fisika Teori dan Komputasi pun menawarkan peluang karir yang luas dan penghidupan yang cukup. “Fondasi yang diberikan oleh Ilmu Fisika sangat bermanfaat untuk bekal karir, dari Peneliti hingga wirausahawan,” ungkapnya.

Di tengah pandemi saat ini, ilmu Fisika Teori dan Komputasi memiliki banyak kontribusi dalam upaya penanganan virus COVID-19. Ahmad menjelaskan bahwa dengan pencitraan duri virus SARS-CoV-2, dapat dilakukan penelusuran kandidat vaksin. Dinamika jaringan kompleks juga berfungsi dalam simulasi perkembangan kasus COVID-19 dan penelusuran kontak orang yang terinfeksi.

Talk to Scientist kali ini juga menghadirkan Pemenang LYSA 2017, Gunadi dari Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan (FK-KMK) Universitas Gadjah Mada/Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Dr. Sardjito. Gunadi mengembangkan riset medis genetik bedah anak di Indonesia. Ia mengungkapkan, sebaran RS yang memiliki poli bedah anak di Indonesia masih kurang merata. “Baru ada sekitar 147 RS, dengan total 90-100 juta jiwa anak di seluruh Indonesia, yang mestinya bisa memicu semangat kalangan muda untuk berkontribusi di dunia medis bedah anak,” urainya.

Gunadi juga mendorong agar jangan takut berkolaborasi dengan pihak mana pun, karena hal ini dapat meningkatkan kompetensi dan produktivitas para peneliti, baik dalam hal hasil riset maupun publikasi di jurnal ilmiah. (nh/ ed. adl)