Disable Preloader

Berita

04 Desember 2019

P2 Fisika – LIPI Selenggarakan Training on Powder Technology Pertama (3-4 Desember 2019)

Serpong, Humas LIPI. Pusat Penelitian Fisika Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (P2 Fisika - LIPI) menyelenggarakan pelatihan teknologi powderisasi pertama, di Ruang Rapat Alpha, Puspitek, Serpong, pada Selasa-Rabu (3-4/12). Tema yang diambil dalam pelatihan adalah “Synthesis and Characterization of Metallic Powder”.

Ketua pelaksana Dr. Eni Sugiarti, M. Eng. menyampaikan bahwa training teknologi powderisasi bertujuan untuk sharing informasi mengenai teknologi powderisasi yang telah berhasil dikembangkan di P2 Fisika - LIPI. Para peserta bisa mempelajari konsep pengembangan, proses powderisasi dan analisa powder menggunakan beberapa peralatan karakterisasi di P2 Fisika-  LIPI.

Acara yang dilaksanakan selama dua hari ini diikuti oleh 30 peserta eksternal LIPI dan 20 peserta internal LIPI. Peserta eksternal berasal dari Batan, Universitas Indonesia, Universitas Pajajaran, Universitas Majalengka, Universitas Sriwijaya, Institut Teknologi Surabaya, Institut Teknologi Sepuluh November dan beberapa pihak industri seperti PT. Timah, PT. Timah Industri, PT. Thermic Coating Industry, dan PT. Inalum. Serta seorang peserta perwakilan dari ASEAN, yaitu dari International Metal and Material Center (MTEC, Thailand).  Sedangkan peserta dari dalam LIPI adalah sivitas P2 Fisika dan operator peralatan SEM, FIB dan TEM.

Kepala P2 Fisika – LIPI, Dr. Rike Yudianti dalam sambutannya menyampaikan bahwa pelatihan ini merupakan kesempatan yang sangat baik untuk mempertemukan para peneliti, akademisi dan industri. Rike berharap selama dua hari training ini akan tercipta diskusi yang efektif.

Setelah pelatihan, para peserta dan pembicara dapat melakukan kerjasama berbasis riset dalam memecahkan permasalahan yang sedang dihadapi industri. Seperti mengurangi ketergantungan akan impor bahan baku powder dan memberikan suatu solusi pemecahannya melalui teknologi powderisasi.

Narasumber dalam training ini merupakan pakar powderisasi dari National Institute for Material Science (NIMS), Prof. Toshiyuki Nishimura, dan pakar powderisasi dari P2 - Fisika LIPI, Dr. Agus Sukarto Wismogroho.

Prof. Nishimura menyampaikan materi mengenai teknik atomisasi secara hibrid untuk pemrosesan serbuk logam berbentuk bulat dan teknik fabrikasi powder oksida keramik beserta sifat-sifat mekaniknya. 

Dr. Agus Sukarto menyampaikan materi mengenai teknologi powderisasi menggunakan ball mill, atomisasi dan evaporasi untuk material logam seperti timah, zinc, dan aluminium. Teknologi tersebut merupakan hasil pengembangan dari kegiatan penelitian yang di dukung oleh Kemenristekdikti tahun 2019. Dengan teknologi yang berhasil dikembangkan ini telah memecahkan salah satu permasalahan dalam industri yakni cara mendapatkan material berupa serbuk dengan kemurniaan yang sangat tinggi, berbentuk bulat, dan berukuran mikro.

Selain itu, acara ini didukung oleh dua pembicara dari P2 Fisika - LIPI yang mempresentasikan materi mengenai aplikasi powder sebagai material untuk proses pengembangan paduan (alloy) menggunakan peralatan Spark Plasma Sintering (SPS) yang disampaikan oleh Dr. Toto Sudiro dan analisa material powder menggunakan berbagai peralatan uji yang ada di P2 Fisika -  LIPI seperti 3D – OM, SEM, FIB dan TEM yang disampaiakan oleh Dr. Eni Sugiarti, M. Eng.

Tidak hanya materi mengenai teknologi powderisasi yang disampaikan pada hari pertama, peserta juga mendapat kesempatan untuk mengikuti proses pelatihan di laboratorium secara langsung pada hari kedua training tersebut. Seluruh peserta dibagi menjadi tiga kelompok secara pararel untuk belajar lebih dalam memahami proses teknologi powder di tiga laboratorium berbeda seperti Lab. Ball Mill, Lab. Atomisasi dan Lab Distilasi.

Pada sesi penutupan training, salah seorang peserta menyatakan bahwa kegiatan workshop sangat bagus, ada jembatan antara para peneliti dan industri. Menurutnya, dibanding laboratorium di instansinya, peralatan P2 Fisika LIPI sudah cukup lengkap sehingga harapan ke depan bisa terus mengakses agar bisa saling melengkapi. Sementara peserta dari BATAN mengungkapkan telah mendapat ilmu baru setelah training. Fasilitas LIPI akan bisa mendukung penelitiannya yang di bidang material. Peserta yang lain turut mengapresiasi kegiatan ini sehingga berharap kegiatan training ini terus berkembang dengan adanya sinergi dan kolaborasi dari berbagai pihak, yakni berbagai lembaga litbang serta industri. (har/ adl)