Disable Preloader

Berita

14 September 2020

Peneliti Fisika LIPI Berbagi Ilmu Teknik Metalurgi dan Material

Serpong, Humas LIPI. Berbagi ilmu pengetahuan adalah salah satu kegiatan yang mutlak ada di Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI). Demikian juga yang dilakukan oleh salah satu Peneliti dari Pusat Penelitian Fisika LIPI, Deni Shidqi Khaerudini. Deni membagi pengetahuan dan pengalamannya sebagai peneliti dalam acara Untirta Online Seminar Series #2 on Metallurgy and Materials Topics/Research, yang diselenggarakan oleh Jurusan Teknik Metalurgi Fakultas Teknik Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, Cilegon, Banten pada Senin (14/9).

International Publication Oriented Research Methodology for Student and Lecturer: Journey to Publishing in High Quality and Impactful Journals’ adalah judul presentasi yang disampaikan Deni. “Selain proses, pelaporan riset merupakan sesuatu yang penting,” ungkapnya. Pelaporan ini perlu dipublikasikan agar masyarakat mengetahui apa dan bagaimana sebuah penelitian dilakukan. Jadi, seorang peneliti setelah melakukan kegiatan penelitiannya, perlu untuk bisa membuat publikasi yang tidak hanya berskala nasional tapi juga internasional.

Perkembangan teknologi yang begitu pesat, meniscayakan dinamisasi dan inovasi di dunia penelitian. Penelitian sendiri merupakan penemuan hal-hal baru yang telah diverifikasi oleh profesional lain secara independen. “Riset adalah sesuatu yang baru bagi umat manusia, tidak hanya untuk diri sendiri atau kelompok tertentu, sehingga, sebuah penelitian harus dipublikasikan agar dapat bermanfaat juga bagi masyarakat luas,” jelas Deni.

Sebuah proyek penelitian bisa diawali dengan menjawab 5 pertanyaan. Pertama, apa masalah yang ingin diselesaikan? Kedua, mengapa ini menjadi masalah yang penting (tidak hanya menarik) baik saat ini atauyang akan datang? Ketiga, siapa lagi yang telah mengatasi masalah ini? Keempat, dengan cara apa upaya sebelumnya dari orang lain tidak bisa diselesaikan secara lengkap? Kelima, bagaimana mengisi celah yang ada dalam penelitian sebelumnya? Dengan menyiapkan jawaban kelima hal ini secara terstruktur, sebuah proyek penelitian bisa segera dimulai. “Riset bukanlah penemuan secara kebetulan dan bukan hanya koleksi data, tapi sesuatu yang sudah terstruktur dengan baik,” papar peneliti dengan bidang kepakaran material dan metalurgi ini.

Dua narasumber lain di acara ini adalah Johny Wahyuadi dari Universitas Indonesia dan M. Zaki Mubarok dari Institut Teknologi Bandung. Johny menyampaikan materi tentang metodologi penelitian tugas akhir untuk sarjana di bidang Teknik Metalurgi. Sementara Zaki mempresentasikan pengembangan kompetensi lulusan bidang teknik Metalurgi melalui proses akreditasi internasional berbasis hasil pembelajaran. (nh/ ed. adl)