Disable Preloader

Berita

01 Maret 2018

Peran Fiber Optik, dari sekedar Kabel Transmisi menjadi Sensor

 Oleh : Mefina Yulias Rofianingrum, S.T., M.T. 

Dewasa ini, internet seakan sudah menjadi kebutuhan primer manusia. Berdasarkan data dari Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), lebih dari 50 persen penduduk Indonesia atau sekitar 143 juta orang telah terhubung jaringan internet sepanjang 2017 [1]. Di lain sisi, tingginya tingkat mobilisasi dan adanya globalisasi makin mendorong kebutuhan koneksi internet yang cepat dan stabil. Koneksi internet yang cepat dan stabil membutuhkan jaringan komunikasi data yang efektif. Dalam jaringan komunikasi data tentunya dibutuhkan media transmisi yang mendukung. Ada beberapa macam media transmisi data, diantaranya adalah media copper dan media optik (fiber optik). Media copper merupakan media transmisi data yang menggunakan gelombang listrik sebagai pembawa informasi, sedangkan fiber optik merupakan kabel transmisi data yang menggunakan gelombang cahaya sebagai pembawa informasi data. Fiber optik memiliki beberapa kelebihan, yaitu memiliki ukuran yang kecil, ringan dan fleksibel, tidak terganggu dengan gangguan gelombang elektrik, tidak menggunakan energi elemen api atau listrik sehingga tidak menyebabkan kebakaran dan jika dibandingkan dengan media copper, fiber optik membutuhkan dana yang lebih hemat. Selain itu, karena menggunakan gelombang cahaya sebagai pembawa informasi data, fiber optik dinilai menjadi pilihan yang ideal untuk media transmisi data.

Kelebihan-kelebihan yang dimiliki fiber optik turut mendorong minat penelitian mengenai fiber optik. Dalam teknologi sensor misalnya, saat ini dibutuhkan sensor yang memiliki sensitivitas tinggi dan juga ketahanan yang tinggi. Ketahanan fiber optik terhadap pengaruh medan elektromagnetik dan sifatnya yang non-konduktif menjadi alasan diminatinya fiber optik untuk dijadikan sensor. Secara umum, sensor fiber optik dibagi menjadi dua tipe, yaitu intrinsik dan ekstrinsik. Dalam jenis sensor ektrinsik fiber optik hanya digunakan sebagai media transportasi cahaya untuk sistem dan struktur fiber optik tidak diubah dengan cara apapun, sedangkan pada sensor fiber optik intrinsik, struktur fiber optik dimodifikasi sedemikian rupa agar dapat dijadikan sensor tertentu [2]. Modifikasi dapat dilakukan dengan menarik fiber optik dengan besar gaya dan kecepatan tertentu hingga strukturnya berubah menjadi struktur tapered seperti yang dilakukan oleh Saad, H., Rahman,A.M dan Ali, M untuk membuat sensor etanol [3]. Selain itu dapat juga dilakukan dengan menggabungkan dua jenis fiber optik yang berbeda menjadi satu rangkaian misalnya menjadi fiber optik singlemode-multimode-singlemode (SMS) seperti yang telah dilakukan oleh A. Mehta, W. S. Mohammed, dan E. G. Johnson untuk sensor pergeseran [4]. Dari penelitian-penelitian tersebut diperoleh sensor yang memiliki sifat unggul dibandingkan sensor konvensional lainnya sehingga saat ini fiber optik dapat dianggap memiliki peran lain selain sebagai media transmisi yaitu sebagai sensor.

Referensi :

1. F. Kartini, "Kompas.com," Kompas, 22 Februari 2018.[Online].

Available:https://tekno.kompas.com/read/2018/02/22/16453177/berapa-jumlah-pengguna-internet-indonesia. [Accessed 6 Maret 2018].

2. M. El-sherif, Fiber optic Chemical and Biosensor, New York USA, 2003.

3. H. R. d. A. M. Saad, "Tapered plastic optical fiber sensor for detection of ethanol concentration in H2O," Seventh International Conference on Sensing Technology, pp. 59-564, 2013.

4. A. Mehta, W. S. Mohammed, and E. G. Johnson, "Multimode interference-based Fiber Optic Displacement Sensor," IEEE Photon. Technol. Lett., vol. 15, p. 1129–1131, 2003.

5. A. Mehta, W. S. Mohammed, and E. G. Johnson, "Multimode interference-based Fiber Optic Displacement Sensor," IEEE Photon. Technol. Lett., vol. 15, p. 1129–1131, 2003.