Disable Preloader

Berita

28 Maret 2021

Prinsip Riset Fisika Teori Material Terkondensasi

Serpong, Humas LIPI. Ahmad Ridwan Tresna Nugraha, peneliti Pusat Penelitian Fisika – Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (P2 Fisika – LIPI) memapaparkan penelitiannya yang berjudul “More is Different” atau “Lebih itu Berbeda”, dalam perkembangan Fisika Teori Material Terkodensasi di Indonesia dalam Webinar Fisika Teori Indonesia, Sabtu (27/3). Ungkapan "more is different" muncul dari judul sebuah artikel yang ditulis pada tahun 1972 oleh P. W. Anderson, seorang fisikawan teoretis pemenang penghargaan Nobel tahun 1977 yang menekuni material terkondensasi.

Ridwan, demikian disapa, menjelasakan, “more is different” memiliki makna yang sangat dalam, di antaranya adalah bahwa suatu material dalam tingkat kompleksitas tertentu, sebagai satu entitas, dapat bersifat sangat unik dan tidak dimiliki oleh bagian-bagian penyusunnya sendiri. “Keunikan sifat material itu muncul hanya ketika setiap bagiannya berinteraksi satu dengan lainnya,” ujarnya.

Di Indonesia, bidang penelitian teori materi terkondensasi mulai berkembang belakangan ini seiring dengan kiprah beberapa peneliti fisika teoretis yang aktif melakukan publikasi internasional dan berkolaborasi antara satu dengan lainnya, bahkan dengan para eksperimentalis dalam bidang ini.

Ridwan mendiskusikan prinsip "more is different"-nya Anderson ini secara filosofis, yakni sebagai landasan kolaborasi para fisikawan teori di Indonesia. “Semakin banyaknya para fisikawan teori yang berinteraksi dan berkolaborasi dengan ilmuwan lainnya, pada jumlah tertentu dapat mendukung percepatan perkembangan fisika material terkondensasi, untuk memperoleh kemanfaatan aplikasinya bagi masyarakat luas,” jelasnya.

Sebagai informasi, acara ini berkolaborasi dengan Grup Fisikawan Teoritik Indonesia (GFTI) dan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI). (hrd/ ed. adl)