Disable Preloader

Berita

17 November 2020

Serba-Serbi Beasiswa dan Riset Fisika di Polandia

Serpong, Humas LIPI. Pusat Penelitian Fisika – Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (P2 Fisika – LIPI) menyelenggarakan Kolokium Fisika Daring dengan topik Serba-Serbi Beasiswa dan Riset Fisika di Polandia oleh Altifani Rizky Hayyu dari Jagiellonian University, Polandia, Selasa (17/11).

Mengapa Polandia? “Negara Polandia termasuk negara Schengen atau uni eropa (EU), sehingga kita bisa pergi ke-27 negara yang termasuk dalam Uni Eropa. Selain itu, Polandia mempunyai standar pendidikan Uni Eropa, biaya hidup tergolong murah dibanding di negara sekitarnya, dan ada program pertukaran pelajar,” jelas Altifani.

Setelah menyelesaikan beasiswa S-2, saat ini Tifani melanjutkan pendidikan S-3 melalui program beasiswa Ignacy Lukasiewicz. “Program beasiswa Ignacy Lukasiewicz adalah inisiatif dari kementerian luar negeri dan the Polish National Agency for Academic Exchange yang berasal dari pemernitah Polandia,” terang Tifani kerap disapa.

Untuk persyaratan di tahun 2020 [sumber:https://nawa.gov.pl/images/users/629/REGULATIONS_Lukasiewicz_2020_EN.pdf] antara lain: mahasiswanya yang berasal dari negara Angola, Colombia, Ethiopia, India, Kenya, Lebanon, Meico, Myanmar, Nigeria, Palestina, Peru, Afrika Selatan, Filipina, Senegal, Tanzania, Uganda, Vietnam, dan termasuk Indonesia.

“Mereka merupakan lulusan S-1 diantaranya dalam jurusan teknik, agrikultur, kesehatan, dan MIPA (Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam). Bagi mahasiswa S-1 tahun terakhir yang sedang menunggu sidang bisa mendaftar selama lulus sebelum berangkat ke Polandia,” terang Tifani.

“Syarat program beasiswa tahun 2020 merupakan mahasiswa lulusan S-1 maksimal tahun 2017, belum pernah menempuh S-2 sebelumnya secara umum, belum pernah mendapatkan program beasiswa seperti ini sebelumnya, dan memiliki sertifikat bahasa inggris level B-2,” tambahnya.

Tifani juga menjelaskan tahapan pendaftaran dan berkas yang diperlukan. Selain itu, Polandia juga membuka program S-3, post doctoral, dan lain-lain.

Sementara mengenai riset yang dilakukan Tifani di Polandia saat menempuh program master di AGH University of Science and Tecnology, yaitu “Study of Castings Based on FGM (Functionally Graded Materials) Type Aluminum Alloys”. Riset ini telah dijalankan di Politecnico di Torino, Italia.

“Dalam penelitian ini, saya ingin mengalisis dan mengetahui bagaimana komposisi kimia dan mengukur kekerasan maupun profil dari sampel yang telah dibuat. Dalam hal ini, saya juga menggunakan berbasis FGM (Functionally Graded Materials),” ungkapnya.

FGM adalah material-material yang tidak homogen yang terdiri dari dua atau lebih komponen-komponen yang memiliki variasi yang kontinyu dalam hal komposisi maupun mikrostrukturnya. Material yang digunakan adalah alloy dengan komposisi elemen-elemennya.

Kemudain riset yang Tifani jalankan di Jagiellonian University selama menempuh studi S-3 adalah tentang “Investigation of Magnetic Properties in the Intermetallics R5T2In4 (R = Tb-Tm, T – transition metal)”. Yaitu R adalah rare earth element, T adalah metal-metal transisi, dan In adalah indium.

Alumnus S-1 Fisika UI ini menggunakan tiga keluarga dari pada campuran R5, T2, dan In4 dan akan diinvestigasi dalam hal pengukuran magnetometriknya. “Saya melakukan teknik-teknik difraksi neutron, pengukuran spesifik panas, resistivitas listrik yang menentukan suhu kritis dari order magnet, juga suhu-suhu yang dihasilkan dari tipe transisi order-order magnetik,” jelasnya. “Kemudian menganalisis magnetic ground state dan termal evolusi, juga menentukan struktur magnet atau efek magnetocaloric dari campuran-campuran yang ada tersebut,” imbuhnya.

Sebagai informasi, Kolokium Fisika Daring yang membahas penelitian Fisika dari  internal dan eksternal LIPI ini diikuti oleh peserta dari peneliti, praktisi, dan akademisi melalui media aplikasi Zoom, siaran langsung melalui laman Facebook@lipiphysics dan YouTube Pusat Penelitian Fisika LIPI: https://is.id/ly-lipiphysics. Acara ini dipandu oleh Muhammad Yusrul Hanna peneliti P2 Fisika – LIPI. (har/ ed. adl)