Disable Preloader

Berita

19 Desember 2020

Sistem Pemantauan Kerumunan Berbasis Teknologi Drone dan Kecerdasan Buatan

Serpong, Humas LIPI. Edi Kurniawan peneliti Pusat Penelitian Fisika  Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (P2 Fisika – LIPI), pada Sabtu (19/12) memaparkan penelitiannya yang berjudul “Sistem Pemantauan Kerumunan Berbasis Teknologi Drone dan Kecerdasan Buatan (Drone Physical Distancing)”.  Topik riset tersebut disampaikan dalam acara Kuliah Pakar: Kelompok Keilmuan Sistem Cerdas, Universitas Ahmad Dahlan, melalui aplikasi Google Meet.

Drone physical distancing merupakan pengembangan drone berjenis quadkopter untuk monitoring jarak dalam kerumunan dengan berbasis kecerdasan buatan. Quadkopter merupakan alat yang memiliki empat baling-baling untuk deteksi pelanggaran physical distancing di kerumunan,” ungkap Edi.

“Alat ini memiliki keunggulan yaitu kamera bersifat mobile, kemudian memiliki kemampuan untuk mendeteksi obyek orang dan menghitung jumlah objek orang tersebut dalam kerumunan, serta menghitung jarak antar objek dalam kerumunan tersebut,” lanjut Edi..

Dirinya menjelaskan aspek utama dalam pengembangan alat ini adalah sistem drone otonom dan sistem visi komputer berbasis kecerdasan buatan.  “Unit drone otonom adalah unit drone dengan tipe quadkopter yang memungkinkan misi terbang secara otonom, sedangkan sistem visi komputer merupakan sistem pembelajaran mendalam dari citra gambar maupun video untuk mendeteksi suatu objek tertentu,” jelasnya.  

“Teknologi  drone physiscal distancing untuk kedepannya bisa dimanfaatkan dalam beragam aplikasi seperti monitoring lalu lintas, lingkungan, dan kebencanaan,” tutup Koordinator kelompok penelitian Optoelektronika dan Kontrol. (har/ ed. adl)