Disable Preloader

Berita

12 Februari 2020

Sosialisasi Pengajuan Kekayaan Intelektual, Inkubasi, Lisensi serta Potensi Komersialisasi Hasil Penelitian di LIPI Serpong (11 Februari 2020)

Serpong, Humas LIPI. Pusat Pemanfaatan dan Inovasi Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (PPII – LIPI) menyelenggarakan Sosialisasi Pengajuan Kekayaan Intelektual (KI) Online , Skema Inkubasi, dan Mekanisme Alih Teknologi/Lisensi serta Identifikasi Potensi Komersialisasi Hasil Penelitian di LIPI di lingkungan Kawasan Serpong (11/2).

“PPII ingin memfasilitasi para peneliti LIPI untuk pengajuan Kekayaan Intelektual (KI) kini dapat dilakukan secara on-line yang dilengkapi fitur untuk komunikasi pada tahapan review paten dan penulisan draft paten melalui sistem, sehingga lebih mudah dalam monitoring pengajuan paten,” ungkap Harini Yaniar, Kepala Bidang Manajemen Kekayaan Intelektual PPII – LIPI.

Sejumlah peneliti LIPI yang berasal dari Pusat Penelitian Teknologi Pengujian, Fisika, Kimia, Metalurgi dan Material, serta Oseanografi mengikuti kegiatan sosialisasi tersebut.

Dalam sosialisasi tersebut, Harini mengatakan bahwa LIPI sudah mempunyai akun khusus insentif paten sehingga pemberian royalti paten kepada inventor LIPI lebih dapat dirasakan oleh inventor atas komersialisasi patennya. “Untuk layanan pengajuan KI online dimaksudkan agar lebih mempermudah proses pengajuan dan bisa dimonitor termasuk para inventor juga dapat mengetahui proses pengajuannya sudah sampai tahap mana” harap Harini.

Th. Ningsi Astuti, selaku Kepala Subbidang Pemanfaatan Teknologi Pusat Pemanfaatan dan Inovasi Ilmu Pengetahuan dan Teknologi juga berharap agar hasil-hasil invensi peneliti LIPI dapat dimanfaatkan oleh industri maupun masyarakat. "Salah satu caranya adalah melalui mekanisme alih teknologi atau lisensi," jelasnya.

Sebagai bentuk penghargaan bagi para inventor yang hasilnya invensinya telah dimanfaatkan oleh industri, pemerintah memberikannya dalam bentuk imbalan lisensi atau royalti yang diterima dari penerima lisensi dan dapat diberikan kepada inventor. Hal tersebut direalisasikan mulai pertengahan tahun 2019 dan telah mendapat izin penggunaan dari kementerian keuangan dengan mengacu pada Peraturan Menteri Keuangan No 72/PMK.02/2015.

PPII berfungsi sebagai satker yang memfasilitasi dan inventor dari satker penelitian sebagai penghasil teknologi harus bersinergi supaya dapat bersama-sama mendorong ke arah komersialisasi. "Dalam menjembatani hasil riset menuju komersialisasi PPII juga memfasilitasi melalui skema pra-inkubasi dan inkubasi untuk pengembangan produk atau uji pasar, dan sebagainya untuk menumbuhkan perusahaan perusahaan baru berbasis teknologi yang pada akhirnya diharapkan mampu berkontribusi pada peningkatan daya saing ekonomi Indonesia secara keseluruhan," terang Uus Faizal. 

Program inkubasi dibuka sepanjang tahun dan tenan yang terpilih akan diumumkan pada tanggal 19 pada setiap bulannya. Informasi pendaftaran bisa dilihat melalui website PPII LIPI (inovasi.lipi.go.id atau akun sosial media Pusat Pemanfaatan dan Inovasi Iptek LIPI). (har/ ed. adl)