Disable Preloader

Berita

29 Oktober 2020

Teknologi Pembaca Sensor FBG dan Aplikasinya

Serpong, Humas LIPI. Pusat Penelitian Fisika – Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (P2 Fisika – LIPI) menyelenggarakan Kolokium Fisika Daring dengan judul “Sensor FBG (Fiber Bragg Grating): Teknologi Pembaca dan Aplikasinya" oleh Dr. Dwi Hanto dari P2 Fisika, Selasa (29/9).

Kolokium mingguan ini diikuti oleh peserta dari peneliti, praktisi, dan akademisi melalui media aplikasi Zoom, siaran langsung melalui laman Facebook @lipiphysics dan YouTube Pusat Penelitian Fisika LIPI: https://s.id/yt-lipiphysics yang dimoderatori oleh Dr. Ahmad Ridwan Tresna Nugraha peneliti P2 Fisika - LIPI.

Dr. Dwi Hanto mempresentasikan kegiatan yang telah dilakukan yaitu tentang sensor FBG tepatnya yaitu teknologi bagaimana cara membaca sensor FBG atau dikenal dengan istilah FBG Interrogator

FBG sendiri kepanjangan dari Fiber Bragg Grating atau dalam istilah disebut kisi serat Bragg. FBG pada dasarnya adalah fiber optik yang dimodifikasi bagian intinya (core), sehingga dapat dijadikan sebagai sensor regangan (strain) atau suhu melalui pembacaan perubahan panjang gelombang Bragg yang dipantulkan ketika disinari laser.

Dwi Hanto dan tim mengembangkan FBG interrogator melalui kombinasi antara laser dioda dari jenis laser pemancar permukaan rongga vertikal atau VCSEL (vertical cavity surface emitting laser) dan modulasi frekuensi gelombang kontinu atau FMCW (frequency modulation continuous waves).

“FBG interrogator ini dapat dimanfaatkan untuk aplikasi yang berbasis pengukuran suhu atau strain seperti pemantauan kesehatan struktur bangunan, berat kendaraan secara berjalan, pemantauan kebocoran gas atau minyak, dan sebagainya,” sambungnya.

Penggunaan FBG memiliki kelebihan dibanding dengan sensor yang berbasis elektrik, diantaranya kebal terhadap gangguan elektromagnetik dan ringan, sehingga mudah dipasang sebelum atau sesudah kontruksi.

FBG interrogator yang dikembangkan dengan kombinasi VCSEL dan FMCW tipe inkoheren ini memiliki kelebihan dari FBG interrogator yang telah ada, diantaranya dapat mendeteksi strain atau suhu sekaligus posisi dimana FBG berada. “Selain itu karena kami menggunakan VCSEL yang tersedia di pasar, maka kami juga menawarkan sistem yang berbiaya rendah,” ungkap Dwi.

“Dengan sentuhan teknologi dan inovasi dari anak bangsa akan membantu kemandirian bangsa”, pesan Dwi Hanto dari Kelompok Penelitian Optoelektronik dan Kontrol 

Kolokium Fisika Daring rutin dilakukan setiap Selasa pada pukul 10.30-12.00 WIB. Acara ini menghadirkan pembicara dari internal P2 Fisika – LIPI, maupun pembicara tamu dari luar LIPI. Topik yang disajikan juga sangat beragam dan mencakup penelitian-penelitian terkini mulai dari fisika partikel hingga fisika material yang mencakup juga penelitian-penelitian fisika terkini yang dibahas secara ilmiah populer. (har/ ed. adl)