Disable Preloader

Berita

21 Juli 2020

Teori dan Aplikasi Kontrol Berbasis Model

Serpong, Humas LIPI. Pusat Penelitian Fisika - Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (P2 Fisika – LIPI) kembali menyelenggarakan Kolokium Fisika Daring dengan “Model-Based Control: Theory and Applications” (Kontrol Berbasis Model: Teori dan Aplikasi) oleh Dr. Edi Kurniawan, Pusat Penelitian Fisika – LIPI, pada Selasa (21/7).

Kolokium mingguan ini diikuti oleh peserta dari peneliti, praktisi, hingga akademisi melalui media aplikasi Zoom dan siaran langsung Facebook pada saluran Pusat Penelitian Fisika LIPI.

Edi menjelaskan penjejakan sinyal referensi periodis dan penolakan gangguan periodis adalah fungsi umum yang banyak ditemukan di aplikasi teknik kontrol. Keakuratan penjejakan, respons transien, dan ketahanan, adalah fitur penting dalam desain sistem kontrol. Oleh karena itu, metode kontrol yang tepat diperlukan untuk memenuhi persyaratan tersebut.

Kolokium fisika ini membahas dua teknik kontrol canggih, yaitu Repetitive Control (RC) dan Sliding Mode Control (SMC). Metode kontrol tersebut dikategorikan sebagai kontrol berbasis model karena RC dan SMC bergantung pada model sistem/proses yang akurat untuk mendapatkan kinerja yang lebih baik.

RC adalah skema kontrol pembelajaran yang dirancang untuk mencapai penjejakan dengan akurasi yang sempurna dan penolakan gangguan yang baik secara bersamaan. Sementara SMC adalah kontrol nonlinear berdasarkan fungsi switching yang menawarkan respons transien cepat dan ketahanan terhadap ketidakpastian model.

“Baik RC maupun SMC telah digunakan dalam banyak aplikasi seperti kontrol robot industri yang melakukan tugas berulang, kontrol ketebalan dalam cold rolling, kompensasi getaran aktif, stabilisasi ketinggian satelit, pengurangan harmonik total dalam pembangkit daya, kontrol penerbangan otomatis, kontrol motor listrik, proses kimia, dan lain-lain,” ungkap Ketua Grup Optoelektronika dan Kontrol ini.

Dalam kolokium tersebut juga dibahas jenis RC tertentu yang disebut sebagai High Order Repetitive Control (HORC), serta SMC untuk tipe sistem multivariabel dengan aplikasi pada Helikopter 3-DOF (3 Degree-of-Freedom Helicopter).

HORC (High-Order Repetitive Control) merupakan teknik kontrol maju yang digunakan untuk penjejakan sinyal periodis dengan akurasi yang sangat tinggi. Teknik ini banyak digunakan pada aplikasi industri, terutama untuk proses berulang yang memerlukan presisi yang tinggi. “HORC ini juga andal ketika ada perubahan frekuensi dari sinyal periodis,” terang Edi.

SMC merupakan teknik kontrol nonlinear karena menggunakan prinsip switching dan teknik ini andal ketika ada ketidakpastian model dan gangguan lainnya. “SMC ini bisa diaplikasikan untuk Helikopter 3-DOF, untuk mendapatkan respon gerak yang cepat, dan akurasi gerak yang tinggi,” tutupnya. (har/ ed. adl)

\