Disable Preloader

Berita

20 Desember 2019

The 4th ISMM 2020, Eksplorasi Material Fungsional dan Aplikasinya untuk Peningkatan Kualitas Hidup Manusia

Serpong, Humas LIPI. International Seminar on Metallurgy and Materials (ISMM) merupakan perhelatan tahunan yang diselenggarakan oleh Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia yang bertujuan untuk mendukung kolaborasi internasional antar ilmuwan, peneliti, pihak industri, universitas serta mahasiswa. Dengan adanya pandemi COVID-19, ISMM tahun ini dilakukan secara virtual. Namun hal ini tidak mengurangi antusiasme peserta dalam mengeksplor ilmu pengetahuan dan teknologi khususnya di bidang metalurgi dan material.

Penyelenggaraan ISMM yang ke-4 ini merupakan hasil kolaborasi dari Pusat Penelitian Metalurgi dan Material (P2MM), Pusat Penelitian Fisika (P2F) dan Balai PenelitianTeknologi Mineral (BPTM) LIPI. Tema yang diangkat yaitu Accelerating Research and Innovation on Metallurgy and Advanced Materials for Inclusive and Sustainable Industry. “Kami mengucapkan banyak terima kasih kepada semua pihak atas terselenggaranya seminar ini. Semoga acara ini memberikan banyak manfaat bagi semua pihak di kemudian hari,” ujar Nono Darsono selaku Ketua Penyelenggara ISMM 2020.

Pada hari kedua, Jumat (20/11), pelaksanaan ISMM menampilkan tiga keynote speaker yaitu Byungil Hwang dari Chung-Ang University, Korea Selatan yang mengangkat topik tentang interkoneksi untuk elektronik fleksibel yang bisa dipakai, Hirofumi Tanaka dari Kyushu Institute of Technology, Jepang yang menyampaikan riset terkait nanokarbon untuk perangkat nano jaringan neuromorphic, dan Anne Zulfia Syahrial dari Universitas Indonesia yang mempresentasikan topik metal komposit dan aplikasinya.

Byungil menyampaikan tren perkembangan teknologi perangkat elektronik yang dapat dipakai oleh manusia seperti pada perhiasan, gelang pita, jam tangan, kacamata dan pakaian. “Perangkat yang dapat dikenakan dianggap sebagai bisnis arus utama pasca teleponpintar. Pasarnya didominasi oleh gelang pita dan kacamata,” terangnya. Namun karena adanya keterbatasan Indium Tin Oxide (ITO) film sebagai elektroda transparan, perlu dilakukan penelitian untuk menggantikan ITO.

Pembicara kedua, Hirofumi Tanaka mempresentasikan perkembangan terbaru risetnya mengenai material neuromorphic untuk Artificial Intelligent (AI). “Target kami adalah memperoleh gambaran umum AI. Sangat mungkin bagi manusia untuk hidup sehari-hari bersama robot. Robot semestinya bisa berperilaku seperti manusia. Oleh karena itu ia harus memiliki data informasi di semua kategori emosi dan merespon dalam lingkup yang diharapkan,” jelasnya. “Komputasi dalam jumlah besar diperlukan untuk menemukan solusi yang tepat,” imbuh Hirofumi.

Anne Zulfia sebagai pembicara kunci terakhir pada hari kedua ISMM memaparkan perihal aluminium matriks komposit, yang ‘ringan untuk kelas berat’. “Material ini dipilih karena memiliki karakter spesifikasi tinggi dalam hal kekuatan dan modulus, kekuatan lelah, bobot yang ringan, ketahanan temperatur tinggi, dan ketahanan pemakaian yang juga tinggi,” ungkap dosen kampus terkemuka Indonesia ini.

Sebagai informasi, hari pertama ISMM menghadirkan empat pembicara kunci, yaitu Takeshi Kawae dari Kanazawa University-Jepang, Andika Widya Pramono dari P2MM, Bambang Prihandoko dari P2F dan Fatwa Firdaus Abdi dari Helmholtz-Zentrum Berlin, Jerman dengan moderator Deni Shidqi Khaerudini dari P2F LIPI. Seminar internasional ini selain diikuti peserta dari Indonesia, juga diikuti oleh peserta dari Filipina dan India. Acara ini berakhir pada Jumat (20/11) yang ditutup oleh Wakil Ketua ISMM 2020, Deni Shidqi Khaerudini. (nh/ ed. adl)