Disable Preloader

Berita

29 Agustus 2018

Workshop Spektroskopi FTIR dan Ketidakpastian Pengukuran (28 - 29 Agustus 2018)

Kelompok penelitian teknologi fuel cell dan hidrogen mengadakan workshop spektroskopi FTIR dan ketidakpastian pengukuran pada hari Selasa-Rabu, 28-29 Agustus 2018, di ruang rapat Alpha. Materi pada hari pertama mengenai Teori Dasar dan Aplikasi Spektroskopi FTIR disampaikan oleh Dikdik Kurnia, M.Sc., Ph.D. (Kimia, FMIPA UNPAD), dilanjutkan pemateri dari P2F LIPI Dita Rama Insiyanda, M. Si. dengan materi Perkembangan teknologi instrumen FTIR dan Dr. Sunit Hendrana yang menyampaikan materi tentang Aspek-aspek dalam Aplikasi FTIR. Materi hari kedua berisi tentang metode ketidakpastian pengukuran, yang mencakup validasi metode, aspek-aspek ketidakpastian pengukuran, dan studi kasus perhitungan ketidakpastian pengukuran dalam bidang gavimetri. Materi ini disampikan oleh  Dra. Retno Yusiasih, MS, peneliti dari Loka Penelitian Teknologi Bersih LIPI.

Peserta acara workshop ini, yang berjumlah sekitar 50 orang, berasal dari berbagai universitas dan LPNK, seperti Universitas Indonesia, Universitas Brawijaya, UIN Jakarta, LIPI, BATAN, BPPT, dan Lemigas. Acara ini dibuka langsung oleh Kepala Pusat penelitian Fisika LIPI, Dr. Rike Yudianti. Beliau menyampaikan bahwa acara ini merupakan salah satu wadah untuk meningkatkan pengetahuan para peneliti terkait pengujian menggunakan spektroskopi FTIR sekaligus sebagai sarana promosi laboratorium pusat penelitian fisika yang merupakan laboratorium terkakreditasi.

Selain berisi sesi materi dalam kelas, dalam workshop ini peserta juga berkesempatan untuk melihat langsung proses preparasi sampel dan proses karakterisasinya dengan spektroskopi FTIR yang dipandu Dr. Wahyu Bambang Widayanto selaku penyelia alat spektroskopi FTIR. Data yang diperoleh selanjutnya dianalisis dengan pemateri Dr. Andri Hardiansyah. Beberapa jenis sampel yang dikarakterisasi dalam workshop ini antara lain, sampel polimer PVA dan kitosan, serta material berbasis karbon (grafit dan graphene oksida).

Sebelum penutupan acara, beberapa peserta yang hadir diminta untuk menyampikan kesan dan pesan selama mengikuti workshop. Peserta dari BPPT memberi kesan yang positif terhadap penyelenggaraan workshop dan berharap workshop yang sejenis dapat diadakan secara rutin setiap tahun. Peserta dari Universitas Brawijaya bahkan mengharapkan adanya tindaklanjut berupa kerjasama riset antara P2 Fisika LIPI dengan Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Brawijaya. Selanjutnya workshop diakhiri dengan penutupan yang disampikan oleh Ketua Panitia yang sekaligus merupakan Ketua Kelompok Penelitian Teknologi Fuel Cell dan Hidrogen, Dr. Nanik Indayaningsih.

-YI-