Penelitian

Investigasi heterogeneitas di sepanjang zona subduksi Busur Sunda

Tahun : 2016

Dipa : Unggulan

Zona subduksi merupakan suatu zona yang mempunyai tingkat kegempaan sangat tinggi yang disebabkan adanya suatu pergerakan konvergensi antara dua lempeng tektonik. Dalam zona subduksi ini terjadi penghancuran sebagian dari kerak samudera dan akresi serta magmatisma yang terjadi menjadi cikal bakal terjadinya kerak kontinen. Busur Sunda yang terbentang dari Andaman hingga Sumba merupakan salah satu tempat yang ideal untuk memahami dinamika dari suatu zona subduksi karena besarnya variasi secara lateral dari zona ini yang tentunya mencermikan arsitektur dari sistem subduksi ini. Busur Sunda merupakan suatu busur gunung api yang terbentuk sepanjang Sumatra, Jawa sampai kepulauan Nusa Tenggara. Busur Sunda dapat dibagi menjadi dua zona subduksi, yaitu zona subduksi Sunda-Andaman sepanjang Sumatra serta zona subduksi Sunda - Banda sepanjang Pulau Jawa sampai kepulauan Nusa Tenggara. Busur ini ditandai dengan adanya suatu konvergensi atau subduksi antara lempeng Australia dan India dengan lempeng Eurasia. Proses tektonik di sepanjang jalur subduksi ini menyebabkan gempa - gempa besar yang pernah terjadi, misalnya sepanjang Pulau Sumatra terjadi gempa Nias dengan moment magnitude Mw 8,5 (1861) dan Mw 8,6 (2005), pulau Mentawai Mw > 8,5 (1797 dan 1833), dan Pulau Simeleu Mw 9,15 (2004), sedangkan di sepanjang Pulau Jawa terjadi gempa di sekitar Tasikmalaya dengan Mw 7,7 (Juli 2006) serta Mw 7 (2009). Pada busur Sunda dapat dikatakan terdapat dua jenis kolisi/subduksi yang pertama adalah oblique - collisional yang terjadi sepanjang zona Sunda - Andaman dan sistem subduksi sepanjang Sunda - Banda. Studi ini akan menginvestigasi seismic anisotropy dengan mengukur shear wave splitting untuk memahami kondisi deformasi dan dinamika sistem yang terjadi di busur ini. Seismic anisotropy menunjukkan adanya suatu ketergantungan properti/karakteristik dari gelombang seismik terhadapa sifat medium bawah tanah. karakteristik dari gelombang seismik dikontrol oleh sifat elastik dari medium bumi. Pada suatu medium yang anisotropik, perilaku dan karakteristik gelombang seismik sangat bergantung pada arah penjalaran dan sifat elastik pada medium. Anisotropi terjadi pada kedalaman yang bervariasi bergantung pada sifat elastik medium dan proses yang terjadi baik (misalnya proses tektonik). Anisotropi dibedakan menjadi intrinsik dan ekstrinsik, dimana intrinsik disebabkan oleh orientasi dari mineral yang ada di medium serta ekstrinsik disebabkan oleh ketidakberaturan dari struktur material di medium. Shear wave splitting adalah suatu konsep yang mendefinisikan adanya suatu perubahan penjalaran dari gelombang S (shear wave), yang dibagi menjadi cepat (fast) Sf atau lambat (slow) Ss gelombang S wave yang terpecah. Gelombang S yang terpecah (split) ini terpolarisasi saling tegak lurus bergantung pada keberaturan dari mineral di medium dan arah penjalaran gelombang. Kami akan menentukan perbedaan waktu (delay time) serta orientasi arah dari perbedaan waktu Sf dan Ss tersebut. Distribusi spasial dari delay time akan menunjukkan suatu regime atau area yang mengalami suatu perbedaan anisotropi yang disebabkan proses tektonik.

Anggota Penelitian :