LIPI : ALAT DETEKSI TANAH LONGSOR RI MASIH IMPOR

Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) mendesak pemerintah Republik Indonesia untuk menyediakan alat pengukuran atau sistem monitoring yang memiliki kemampuan memprediksi kebencanaan sehingga gejala fisis penyebab bencana, misalnya tanah longsor dapat diketahui sejak dini demi antisipasi pencegahan dan penanganan. Pandangan itu dikemukakan Kepala Pusat Penelitian (Puslit) LIPI Dr. Bambang Widiyatmoko.

TPA Sampah di Bengkulu Mengandung 30.000 Watt Listrik

"BENGKULU, KOMPAS.com - Provinsi Bengkulu mengembangkan energi listrik dari sampah dan tinja yang dapat menghasilkan gas metan sebagai pengganti solar atau bahan bakar lainnya pada 2014.

Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Provinsi Bengkulu, Iskandar ZO mengemukakan, riset pengembangan listrik dengan bahan baku sampah dan tinja telah dilakukan pada 2013 bersama Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI).

Alat Periset LIPI Sulap Air Banjir jadi Air Minum

"JAKARTA (HN) - Salah satu masalah utama saat musibah banjir melanda yakni sulit mendapatkan pasokan air bersih. Kini problema itu terpecahkan berkat alat pengolah air banjir hingga menjadi air layak minum.

Gagasan Alat buatan peneliti Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) itu memang untuk mengatasi kekurangan air yang dialami warga korban bencana banjir. Alat ini terbukti efektif saat diujicoba di Karawang yang dilanda air bah pada tahun lalu.

Pusat Penelitian Fisika LIPI: Belum Ada Solusi Atasi Kabut Asap

Liputan6.com, Palembang - Persoalan kabut asap di Pulau Sumatera tak hanya memusingkan para petinggi pemerintahan dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) serta masyarakat provinsi Sumatera. Bahkan setingkat peneliti Ilmu Fisika yang mengamati dampak faktor alam ini pun belum bisa berbuat apa-apa.

Pages